CITITEL Buka Lowongan SUPERVISOR ENGINEER - Pekanbaru Juli 2026

Lowongan SUPERVISOR ENGINEER CITITEL Pekanbaru

Loker Pekanbaru terbaru! CITITEL membutuhkan kandidat terbaik untuk posisi SUPERVISOR ENGINEER. Pastikan kamu memenuhi persyaratan di bawah ini sebelum melamar.

📋 Detail Lowongan

PosisiSUPERVISOR ENGINEER
PerusahaanCITITEL
LokasiPekanbaru

✅ Kualifikasi

Kandidat yang dicari harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Minimum of 2 years' experience in the same position
  2. Good leadership & communication
  3. Able to work collaboratively with a team
  4. Able to work under pressure
  5. Willing to be stationed at Cititel Hotel Pekanbaru

📩 Cara Melamar

Cara melamar: kirimkan lamaran lengkap ke:

✉️ Email: manager.cititelpku@gmail.com

📍 Subject: Position_Name|Latest by 31 July 2026|*Only shortlisted candidates will be notified

ℹ️ mintainfo adalah platform agregator loker — informasi ini kami tampilkan ulang dari sumber publik dengan mencantumkan sumber, bukan hasil kontak/kumpulan data kami sendiri.

Demikian informasi lowongan kerja dari CITITEL di Pekanbaru. Segera kirimkan lamaran kamu sebelum batas waktu pendaftaran berakhir. Semoga sukses! Gabung juga komunitas kami untuk update lowongan kerja Pekanbaru setiap hari:

Informasi Seputar Posisi Ini

Teknisi — baik itu MEP, listrik, AC, maupun IT — termasuk posisi yang paling susah dicari di Pekanbaru. Proyek perumahan, perkantoran, dan mal terus bertambah, sementara tenaga teknisi bersertifikat masih terbatas. Kalau kamu punya keahlian dan sertifikasi yang tepat, posisi tawarmu lebih kuat dari yang kamu kira.

Gambaran Penghasilan

Kisaran gaji teknisi di Pekanbaru cukup variatif tergantung spesialisasi dan pengalaman. Teknisi AC untuk servis dan instalasi biasanya dapat Rp 3–5 juta/bulan plus upah per unit di beberapa tempat. Teknisi listrik dan MEP untuk proyek konstruksi lebih tinggi, kisaran Rp 3,5–6 juta. Teknisi IT seperti network engineer atau support laptop bisa di angka Rp 3–4,5 juta. Yang kerja untuk kontraktor PLN atau di bawah naungan BUMN biasanya paling tinggi — bisa Rp 5–7 juta termasuk tunjangan risiko.

Latar Belakang yang Diutamakan

  • Lulusan SMK Teknik Listrik, Elektronika, Refrigerasi/AC, atau Informatika punya keunggulan langsung
  • Sertifikasi BNSP atau K3 Listrik benar-benar membuka pintu yang berbeda — bukan sekadar nilai tambah formalitas
  • Bisa baca gambar teknik atau wiring diagram, bahkan kalau hanya dasar sekalipun
  • Bersedia on-call dan lembur — ini sudah jadi bagian dari pekerjaan, bukan pengecualian

Yang Penting Disiapkan

Kalau punya portofolio, bawa — foto proyek yang pernah dikerjakan, sertifikat pelatihan, atau bahkan foto instalasi yang sudah selesai. Banyak HRD teknis akan lebih memperhatikan ini daripada IPK. Kalau belum punya, mulai dokumentasikan pekerjaan berikutnya dari sekarang.

Tes praktik atau soal teknis singkat sering diberikan di interview teknisi — bukan untuk menjebak, tapi untuk mengecek apakah klaim di CV sesuai kenyataan. Jangan overclaim keahlian yang belum dikuasai penuh. Lebih baik bilang "pernah pegang tapi belum expert" daripada ketahuan tidak bisa saat tes.

Kesadaran K3 juga dilihat. Pewawancara teknis bisa langsung menilai apakah kamu sudah punya kebiasaan kerja yang aman atau belum — dari cara kamu menjawab pertanyaan sehari-hari soal kerja lapangan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

"Pernah menangani masalah yang hasilnya tidak sesuai harapan klien atau atasan?"
Hampir semua teknisi berpengalaman pernah menemui ini. Ceritakan bagaimana kamu melakukan troubleshoot dan menyelesaikannya — itu yang ingin didengar, bukan cerita tentang pekerjaan yang selalu mulus.

"Standar K3 apa yang kamu terapkan saat kerja dengan tegangan tinggi atau di ketinggian?"
Jawaban konkret: APD apa yang dipakai, prosedur lockout sebelum sentuh panel listrik, cara cek peralatan sebelum naik. Kalau jawabannya masih di level teori, itu tanda merah bagi pewawancara teknis.

"Merek atau sistem apa yang paling kamu kuasai sekarang?"
Jawab spesifik dan jujur. Pengalaman menangani merek tertentu — misalnya Daikin, Panasonic, atau Schneider untuk panel listrik — lebih bernilai dari klaim bisa menangani semua merk. Spesialisasi justru dicari.

Bagikan: WhatsApp Telegram Facebook