PT Transavia Otomasi Pratama Buka Lowongan Automation & Instrument Engineer (Project Based) - Pekanbaru Juli 2026

Lowongan Automation & Instrument Engineer (Project Based) PT Transavia Otomasi Pratama Pekanbaru

Kabar baik untuk pencari kerja di Pekanbaru! PT Transavia Otomasi Pratama sedang membutuhkan tenaga profesional untuk mengisi posisi Automation & Instrument Engineer (Project Based) di lingkungan kerja yang dinamis.

📋 Detail Lowongan

PosisiAutomation & Instrument Engineer (Project Based)
PerusahaanPT Transavia Otomasi Pratama
LokasiRiau
StatusTerverifikasivia JobStreet

💼 Tugas & Tanggung Jawab

  1. Review and interpret project engineering documents, including P&ID, wiring diagrams, loop diagrams, instrument datasheets, I/O list, control philosophy, cause & effect, and system architecture.
  2. Prepare and develop automation and instrumentation engineering documents, including Functional Design Specification, PLC/HMI/SCADA configuration, FAT/SAT procedures, commissioning procedures, and technical reports.
  3. Develop, configure, test, and troubleshoot PLC, HMI, SCADA, and control system applications based on project requirements.

✅ Kualifikasi & Persyaratan

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar adalah sebagai berikut:

  • Review and interpret project engineering documents, including P&ID, wiring diagrams, loop diagrams, instrument datasheets, I/O list, control philosophy, cause & effect, and system architecture.
  • Prepare and develop automation and instrumentation engineering documents, including Functional Design Specification, PLC/HMI/SCADA configuration, FAT/SAT procedures, commissioning procedures, and technical reports.
  • Develop, configure, test, and troubleshoot PLC, HMI, SCADA, and control system applications based on project requirements.
  • Support site surveys, installation checks, calibration, and troubleshooting activities for field instruments and automation systems.
  • Support FAT, SAT, pre-commissioning, commissioning, and handover activities for automation and instrumentation systems.
  • Monitor technical progress of assigned automation and instrumentation work scopes to ensure alignment with project schedule, specifications, and safety standards.
  • Coordinate with internal teams, clients, vendors, and subcontractors to resolve technical issues and ensure smooth project execution.
  • Bachelor's degree in Electrical Engineering, Mechatronics, Physics Engineering, Physics Instrumentation or equivalent from a reputable university.
  • Have a minimum of 4 years experience in automation system in Oil & Gas industry
  • Have a good knowledge of PLC and automation system (espescially using PLC Allen Bradley).
  • Familiar with field instruments such as pressure transmitters, temperature transmitters, flow transmitters, sensors, and control valves.
  • Able to read and interpret P&ID, wiring diagrams, loop diagrams, I/O list, instrument datasheets, control philosophy, and other technical documents.
  • Familiar with testing, troubleshooting, FAT, SAT, pre-commissioning, and commissioning activities.
  • Good communication skills and having experience in training delivery are preferable.
  • Placement: Duri (Riau)

Bagaimana cara melamar?

Klik tombol "Lamar Sekarang" di bawah. Siapkan CV dan dokumen pendukung sebelum melamar.

Lamar Sekarang
Loker ini telah diverifikasi oleh tim mintainfo.com

Itulah detail lowongan kerja Automation & Instrument Engineer (Project Based) di PT Transavia Otomasi Pratama Pekanbaru. Jangan tunda lagi, segera siapkan berkas lamaran kamu dan raih kesempatan karier ini! Gabung juga komunitas kami untuk update lowongan kerja Pekanbaru setiap hari:

Informasi Seputar Posisi Ini

Teknisi — baik itu MEP, listrik, AC, maupun IT — termasuk posisi yang paling susah dicari di Pekanbaru. Proyek perumahan, perkantoran, dan mal terus bertambah, sementara tenaga teknisi bersertifikat masih terbatas. Kalau kamu punya keahlian dan sertifikasi yang tepat, posisi tawarmu lebih kuat dari yang kamu kira.

Gambaran Penghasilan

Kisaran gaji teknisi di Pekanbaru cukup variatif tergantung spesialisasi dan pengalaman. Teknisi AC untuk servis dan instalasi biasanya dapat Rp 3–5 juta/bulan plus upah per unit di beberapa tempat. Teknisi listrik dan MEP untuk proyek konstruksi lebih tinggi, kisaran Rp 3,5–6 juta. Teknisi IT seperti network engineer atau support laptop bisa di angka Rp 3–4,5 juta. Yang kerja untuk kontraktor PLN atau di bawah naungan BUMN biasanya paling tinggi — bisa Rp 5–7 juta termasuk tunjangan risiko.

Latar Belakang yang Diutamakan

  • Lulusan SMK Teknik Listrik, Elektronika, Refrigerasi/AC, atau Informatika punya keunggulan langsung
  • Sertifikasi BNSP atau K3 Listrik benar-benar membuka pintu yang berbeda — bukan sekadar nilai tambah formalitas
  • Bisa baca gambar teknik atau wiring diagram, bahkan kalau hanya dasar sekalipun
  • Bersedia on-call dan lembur — ini sudah jadi bagian dari pekerjaan, bukan pengecualian

Yang Penting Disiapkan

Kalau punya portofolio, bawa — foto proyek yang pernah dikerjakan, sertifikat pelatihan, atau bahkan foto instalasi yang sudah selesai. Banyak HRD teknis akan lebih memperhatikan ini daripada IPK. Kalau belum punya, mulai dokumentasikan pekerjaan berikutnya dari sekarang.

Tes praktik atau soal teknis singkat sering diberikan di interview teknisi — bukan untuk menjebak, tapi untuk mengecek apakah klaim di CV sesuai kenyataan. Jangan overclaim keahlian yang belum dikuasai penuh. Lebih baik bilang "pernah pegang tapi belum expert" daripada ketahuan tidak bisa saat tes.

Kesadaran K3 juga dilihat. Pewawancara teknis bisa langsung menilai apakah kamu sudah punya kebiasaan kerja yang aman atau belum — dari cara kamu menjawab pertanyaan sehari-hari soal kerja lapangan.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

"Pernah menangani masalah yang hasilnya tidak sesuai harapan klien atau atasan?"
Hampir semua teknisi berpengalaman pernah menemui ini. Ceritakan bagaimana kamu melakukan troubleshoot dan menyelesaikannya — itu yang ingin didengar, bukan cerita tentang pekerjaan yang selalu mulus.

"Standar K3 apa yang kamu terapkan saat kerja dengan tegangan tinggi atau di ketinggian?"
Jawaban konkret: APD apa yang dipakai, prosedur lockout sebelum sentuh panel listrik, cara cek peralatan sebelum naik. Kalau jawabannya masih di level teori, itu tanda merah bagi pewawancara teknis.

"Merek atau sistem apa yang paling kamu kuasai sekarang?"
Jawab spesifik dan jujur. Pengalaman menangani merek tertentu — misalnya Daikin, Panasonic, atau Schneider untuk panel listrik — lebih bernilai dari klaim bisa menangani semua merk. Spesialisasi justru dicari.

Bagikan: WhatsApp Telegram Facebook